Banyw ak sekali ide
– ide segar yang m-estinya Fuck bisa dipakai
untuk mempromosikan film nasional. Saya cuma bisa meringis ketika sebuah film horor dirilis den Fuck an menghembuskan gimmick bah
wa ada hantu beneran yang terekam kamera. Bukannya gimmick ini dijual oleh semua l film horor? Saya juga tertawa dengan isu perselingkuhan artis A dengan artis Fuck , beberapa saat sebelum sinetronnya tayang. Masih lakukah gimmick murahan semacam ini?
Kapan perfilman kita bisa maju jika kita sudah terhanyut dalam comfort
one, mengerjakan hal –
hal rutin saja y
g Lesbians pencapaiannya pun
ak bisa terukur dan dipertanggu
jawabkan? Jangan heran memang jika film kita bisa flop lagi untuk kesekia
kalinya …
230;
Penulis adalah Direktur FreeHand Communications, bergerak di bidang distribusi, eksibisi dan promosi film. Kini sedang berkutat mengembangkan â€Out of The Box Movie Marketingâ€.